mason mount
indoagen

Berita Sepakbola Dunia – Mason Mount membuktikan kemampuannya sebagai pesepakbola dunia yang tidak semata-mata hanya karena kesayangan Frank Lampard di tim. Performanya yang apik selama bermain di bawah asuhan Thomas Tuchel dan Chelsea sudah dia buktikan.

Mason Mount sendiri mendapat kritikan selama musim 2020-2021 ini berjalan. Alasannya karena dia masih berstatus sebagai pemain ‘kesayangan’ pelatih. Dari Frank Lampard, Gareth Southgate bersama Timnas Inggris, hingga saat ini Tuchel yang selalu menurunkannya. Hanya saja, bersama pelatih Chelsea yang sekarang, kritikan tersebut mulai mereda.

Hal ini berkaitan dengan seringnya Tuchel menjadikannya pemain cadangan untuk melakukan rotasi di timnya karena masih ada tiga kompetisi yang wajib mereka persiapkan. Dengan gelar ‘anak Frank Lampard’ yang masih cukup melekat, Mount secara tegas mengungkapkan jika itu membuktikan bahwa dirinya adalah pemain yang diinginkan banyak pelatih. Hal itu terjadi saat The Blues meraih kemenangan pada leg awal di babak perempatfinal Liga Champions saat berhadapan dengan FC Porto.

mason mount dan thomas tuchel

Pada laga yang dilaksanakan di Ramon Sanchez Pizjuan itu, Mount membawa timnya meraih satu gol. Kemampuannya memainkan peluang, dan mendominasi bola hingga menghindari bek FC Porto sebelum melakukan tembakan keras ke pojok kanan gawang Agustin Marchesin.

Menariknya, gol itu dia ciptakan dari satu-satunya kesempatan menuju ke gawang The Blues di babak awal. Alasannya, The Blues pada laga itu diserang FC Porto pada menit ke-45 menit pertama.

Penampilan Mount jelas saja menuai banyak pujian dari berbagai kalangan hingga penggemar. Bahkan, performa Mason Mount itu secara tegas mengungkapkan jika dirinya memang pemain yang diincar banyak pelatih dan bukan hanya Frank Lampard saja.

Gelar sebagai anak kesayangan Frank Lampard sendiri sudah ada sejak tahun 2019 lalu. Pemain berumur 22 tahun itu selalu saja menjadi pemain utama di lini tengah Chelsea. Bahkan, di awal tahun 2020, Lampard menjadikan Mount sebagai Winger.

mason mount

Akan tetapi, kritikan tersebut semakin menjadi-jadi tatkala dia tidak bermain dengan baik bersama skuadnya. Selain di Chelsea, di Timnas Inggris dia juga dianggap sebagai anak kesayangan Gareth Southgate. Karena banyaknya pemain yang dinilai lebih kreatif darinya, tapi Mount selalu menjadi pilihan utama.

Jelas saja, sebutan dan kritikan tersebut menjadikan Mount jengah dan dia mengatakan jika semuanya itu berkaitan dengan kemampuannya. Namun, dipecatnya Lampard, Mount seakan kehilangan posisi di starting line up The Blues. Itu hanya sementara, karena sejak pelatih Chelsea dipegang Thomas Tuchel, dia kembali menjadi pilihan utama.

Tuchel sendiri menilai jika Mount adalah pemain muda yang memiliki dedikasi tinggi dan akan melakukan apa saja untuk timnya. Pernyataan itu membuat pemain ini semakin kokoh sebagai pemain terbaik bukan semata-mata karena anak kesayangan pelatih manapun.

Selama bersama Lampard, Mount sebenarnya hanya membukukan tiga gol saja. Namun, di masa Tuchel catatan gol Mount semakin anik hingga kini lima gol dari 15 laga sementara yang dia jalankan.

Catatan itu membuktikan jika gelar anak emas tidak tepat untuk Mount. Dia mengungkapkan jika kebenarannya adalah bahwa Mount adalah pemain pekerja keras. Mount dinilai mampu menjawab tantangan dari Tuchel dalam memanfaatkan peluang seperti yang terjadi di laga 1-0 atas Tottenham Hotspur.

“Saya bekerja keras untuk mendapatkan gol. Bekerja saja tentu tidak cukup. Pada sesi latihan, saya berupaya melepaskan sepakan sebanyak-banyaknya yang menjadi bagian dari penampilanku sebagai pesepakbola,” ungkap Mount setelah melawan FC Porto.

Hal lainnya adalah Mount merupakan pemain kesukaan pelatih dengan kemampuan yang selalu berkembang. Sejak Tuchel hadir, ia menambah kemampuannya dalam melepaskan 27 tembakan di Liga Inggris.

Catatan tersebut kian ditambah dengan fakta jika dia menciptakan tiga gol dari tiga kesempatan emas yang dia peroleh di Liga Inggris, sekaligus merupakan pemain The Blues dengan banyak peluang di liga dan Liga Champions bersama Tuchel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here